Artikel
Artikel » kesehatan »kesehatan
Maag Tak Sembuh Mungkin Kanker
dipost pada: 01 February 2010
Kasus kanker lambung tidak banyak jumlahnya. Namun, jika bertemu dengan kasus demikian biasanya ganas dan umumnya sudah terlambat untuk bisa ditolong. Mengapa terlambat? Karena keluhan dan gejalanya sering tidak jelas. Kita perlu waspada jika keluhan sehubungan dengan lambung tak kunjung menghilang. Di bawah ini kasusnya.
Ibu Lus sudah lama mengeluh tidak enak di perut. Bolak-balik ke dokter dibilang sakit mag, dan minum obat lebih dari setahun. Bosan minum obat mag, ia pergi ke ahli obat tradisional. Tidak memuaskan, kembali ke dokter. Dokter yang memeriksa kemudian berpikir lain.
Ibu Lus diperiksa lambung dengan endoskopik. Hasilnya di luar sangkaan semula. Ada yang tidak beres disitu. Kemungkinan suatu keganasan. Dan betul, hasil pemeriksaan biopsi dari bahan yang diambil sewaktu endoskopik menunjukkan kanker ganas lambung. Karena sudah stadium lanjut, satu-satunya pilihan, seluruh lambung harus diangkat. Itu pun belum jaminan akan tertolong.
Pascaoperasi, setelah menjalani kemoterapi beberapa kali, kondisi Ibu Lus kian melemah dan badannya makin kurus. Selain makan tidak bisa banyak, tidurnya tak nyenyak dan banyak yang dirasa. Umur bertahan hidup atas kanker (survival rate) usia Ibu Lus tidak panjang. Tiga bulan pascaoperasi, lbu Lus, meninggal.
Lain lagi cerita Bu Kris. Umurnya baru 57 tahun. Tanpa ada gangguan berarti, suatu masa ia mengeluh setiap habis makan langsung muntah. Dokter yang memeriksa menemukan amandelnya besar dan perlu dioperasi. Diduga itu penyebab keluhannya.
Setelah operasi pengangkatan amandel, keluhan muntah setiap habis makan masih ada. Pindah ke dokter lain, lalu dilakukan pemeriksaan endoskopik. Hasilnya sama dengan Ibu Lus. Pemeriksaan biopsinya menunjukkan kanker lambung, dan sudah terlambat. Keputusan mengangkat seluruh lambung ternyata juga tidak menolong. Bu Kris meninggal belum sebulan sehabis operasi.
Umumnya ganas
Kanker lambung umumnya tergolong ganas. Kanker jenis ini banyak dialami etnis tertentu, diduga erat kaitannya dengan menu harian.
Tidak jelas pada awalnya. Pada kebanyakan kasus kanker lambung, sudah sampai stadium lanjut pun belum tentu khas keluhan dan gejala yang muncul. Hanya mual saja dan sering disangka mag biasa.
Banyak kasus kanker lambung ditemukan secara kebetulan ketika check-up rutin. Tidak sedikit yang sudah stadium lanjut, dan operasi sudah tak memungkinkan menyelamatkan pasien. Metastasis kanker sudah menjalar ke mana-mana. Kalaupun masih memungkinkan dioperasi, seluruh lambung harus diangkat.
Karena keluhan dan gejala kanker lambung sering tidak begitu nyata, kewaspadaan perlu diberikan, terutama bagi mereka yang berbakat. Pada mereka yang ada turunan kanker dalam riwayat keluarga, misalnya. Kemungkinan mereka mewarisi bibit kanker tentu ada. Bibit kanker bisa saja tumbuh di lambung.
Demikian pula bila sering merasa ada yang tidak beres di lambung. Kalau dulu tidak pernah ada keluhan atau penyakit lambung, setelah usia dewasa, terlebih setelah usia tua, waspadalah, kemungkinan kanker lambung. Kita tahu, makin bertambah usia, makin besar kemungkinan terkena kanker, apa pun jenisnya.
Yang seolah keluhan mag bisa saja cerminan kanker lambung. Yang mual dan muntah makin hari makin hebat, artinya bersifat progresif, bisa juga kanker lambung. Sering terasa tidak enak di ulu hati, kembung, nafsu makan menurun, bukan tak mungkin juga kanker lambung.
Pilihan menu & jajanan
Mencegah kanker lambung tidak ada cara khusus. Sebagaimana kanker umumnya, makin bertambah usia, khususnya bagi yang ada faktor keturunan, makin besar risiko terkena kanker. Maka kuatkan ketahanan tubuh dengan cara hidup lebih sehat. Pola makan, pola jeda, tidur, selain aktivitas fisik memadai, perlu lebih tertib dilakukan.
Khusus kanker lambung, fokus perhatian pada pilihan menu harian. Karena diduga erat kaitannya dengan jenis dan sifat fisis maupun kimiawi menu, perlu bijak memilih menu hanya yang menyehatkan saja.
Makin terbukti bahwa gaya hidup (lifestyle) merupakan kunci solusi banyak masalah kesehatan orang sekarang. Kesalahan memilih menu, dan menganakemaskan menu mewah (westernize menu), jadi penyebab utama kenapa kebanyakan penyakit orang sekarang, termasuk kanker, makin mewabah.
Menu daging berlebihan jelas berhubungan erat dengan kejadian kanker. Studi di Cina menunjukkan hasil seperti itu. Kita tahu masyarakat Cina tergolong homogen, dari satu ras saja. Kalau ada perbedaan angka penyakit kanker di provinsi yang berbeda, berarti kemunculan kanker lebih karena faktor lingkungan. Salah satu faktor lingkungan terkuat adalah pilihan menu.
Ada provinsi tertentu di Cina yang kejadian kankernya lebih banyak daripada di provinsi lain, padahal rasnya sama. Begitu dominan peran menu harian untuk memunculkan kanker. Selain daging, konsumsi lemak melebihi kebutuhan juga menjadi biang keladi munculnya kanker, khususnya kanker payudara.
Menyeruput makanan dalam keadaan masih panas juga disebutsebut sebagai pencetus kanker. Itu sebabnya orang Jepang lebih banyak yang menderita kanker kerongkongan, selain saluran pencernaan, karena kebiasaan menelan menu semasih panas. Makan bubur panas, sebagaimana umumnya penduduk di iklim dingin, bukan cara hidup yang menyehatkan. Termasuk sering mengonsumsi bumbu merangsang.
Kimia pencetus
Lambung setiap hari dimasuki berbagai jenis makanan dan minuman, selain obat, jamu, herbal. Itu berarti beragam jenis bahan kimiawi menyentuhnya. Sebagian bahan kimiawi alami, sebagian juga bahan kimiawi buatan.
Faktor kimiawi, selain fisis (kelewat panas), termasuk kuah panas yang dibungkus plastik, tidak aman untuk kesehatan. Tidak semua jenis plastik, termasuk bahan melamin pada peralatan makan dan minum, diperkenankan untuk dipakai.
Orang sekarang kian dibanjiri polusi yang bersifat pencetus kanker, bukan saja dari makanan dan minuman, melainkan juga dari udara, gelombang elektromagnetik, radiasi, jamu, obat, selain dari air minum yang tak sehat.
Aflatoksin atau "racun" dari jamur dalam oncom, kacang-kacangan, selain kecambah busuk, juga pencetus kanker. Sering dan untuk waktu lama tercemar "racun" ini pun berisiko terkena kanker juga.
Makanan olahan industri pabrik maupun industri rumahan juga tercemar oleh bahan kimiawi pencetus kanker. Sebut saja pewarna tekstil yang dipakai dalam saus tomat, sirop, kerupuk, dan manisan. Atau formalin dalam mi, tahu, kecap, bila dikonsumsi terus-menerus untuk waktu lama, mencetuskan kanker juga.
Begitu juga dengan bahan kimiawi perenyah pada kerupuk, keripik, serta kimiawi antilengket pada mi. Oleh karena itu, pastikan jajanan atau menu yang kita konsumsi terbebas dari pemakaian kimiawi yang tak bertanggung jawab seperti itu. Termasuk jika kelebihan mengonsumsi ikan asin (nitrosamin), gula buatan, dan minyak jelantah.
Oleh:
Dr. Handrawan Nadesul
Dokter Umum
Sumber: Senior
Artikel Lainnya
- Cokelat dan Fungsi Otak
- 10 Kebiasaan Buruk Yang Dapat Merusak Otak
- Memaafkan Menyehatkan
- Brokoli dan Kesehatan Jantung
- Jus Buah Hambarkan Obat
- Mengatasi Vertigo
- Menggosok Gigi Hindarkan Sakit Jantung dan Stroke
- Vitamin C Kurangi Manfaat Obat Kanker
- Lemak jenuh dan lemak tidak jenuh, apa ini?
- Dokter spesialis patologi klinik, dokter apakah ini?
Page : 1 | 2 | | 3 | | 4 | | 5 | | 6 |
