Event Selanjutnya
-
Persekutuan Doa Pagi
07 September 2010 -
Donor Darah
03 October 2010
GKI Surya Utama
Pendeta
Artikel
Artikel » renungan » Apa yang Sakit?renungan
Apa yang Sakit?
dipost pada: 25 July 2010Oleh: Pdt Yolanda Pantou
Saya perhatikan, ketika orang jatuh sakit, kecuali ia tidak bisa bangun dari tempat tidur, biasanya hal itu tidak menghalanginya untuk tetap melakukan pelayanan atau pekerjaan. Bahkan sakit yang berat sekalipun seperti kanker, tidak menjadi alasan untuk seseorang berhenti beraktivitas, bahkan malah semakin menggiatkan dirinya melayani menyadari betapa rapuhnya hidup ini. Tapi ada satu jenis penyakit yang tidak kelihatan lukanya, tidak akan terdeteksi kalau diperiksa oleh dokter atau di-USG, yang paling sering menjadi penyebab seseorang berhenti sama sekali dari pelayanan. Bisakah anda menebaknya?
Ya, tidak salah lagi, sakit hati. Aneh tapi nyata, penyakit yang tidak kelihatan infeksinya ini menjadi penyebab utama orang berhenti beraktivitas, baik aktivitas sosial, pelayanan di gereja, bahkan dalam hal mencari nafkah! Bukan hanya itu, penyakit yang tidak disebabkan oleh bakteri atau virus ini juga bisa ditularkan kepada orang lain dengan cepat. Entah dalam bentuk hasutan mencari pendukung atau karena orang bertindak menyakiti hati orang lain akibat sakit hatinya.
Sebetulnya apa yang terluka ketika hati ini sakit? Ego, harga diri, dan ekspektasi (harapan) kita yang terluka. Perhatikan bahwa orang tidak sakit hati terhadap orang yang tidak dianggapnya, tetapi oleh orang yang diperhitungkan olehnya.
Contohnya, lebih banyak orang di gereja yang sakit hati dengan pendetanya daripada dengan pengunjung kebaktian. Mengapa? Apakah karena para pendeta lebih jahat daripada pengunjung biasa? Walau tidak menutup kemungkinan bahwa itu benar, tapi sebenarnya yang terjadi karena ada ekspektasi terhadap si pendeta, makanya biasanya komentar yang mengiringi rasa sakit hati adalah “pendeta kok kayak gitu..” atau “kayak gitu kok jadi pendeta”.
Ekspektasi ini terjadi dua arah. Pertama terhadap orang lain. Oleh karena itu hanya orang yang kita perhitungkanlah yang dapat menyakiti hati kita. Kalau orang yang tidak kita anggap, paling hanya membuat jengkel tapi tidak sakit hati. Ada ekspektasi tertentu, “kamu kan suamiku, mestinya begini” atau “kamu kan istriku…” atau “kamu kan orang tua…” atau “kamu kan orang Kristen..”
Ekspektasi arah kedua adalah terhadap diri sendiri. Di awal sudah saya sebutkan bahwa ketika kita sakit hati sebenarnya yang terluka adalah harga diri atau ego kita. Ada ekspektasi bahwa ‘aku’ diperlakukan dengan baik. “Aku kan ibumu/ayahmu, harusnya dihormati dong!” atau “aku kan istrimu/suamimu”, atau juga yang sering terjadi di gereja adalah kalimat seperti “aku kan sudah banyak memberi dan melayani”.
Ekspektasi dan ke’aku’an yang besar ini sering kali membuat susah diri sendiri dan menghalangi pekerjaan bagi kemuliaan Tuhan. Bisa dimaklumi, tapi tidak bisa dibenarkan. Rasul Paulus pernah mengalami situasi di mana akan sangat dapat dimaklumi kalau dia sakit hati dan ngambek. Dia berada di penjara dan dikhianati oleh rekan-rekan sepelayanannya yang “bersukacita” untuk pemenjaraannya karena mereka dapat mengambil alih kepemimpinan Paulus. Mereka semakin giat memberitakan Injil dengan harapan Paulus (yang dipenjara karena memberitakan Injil) semakin ditekan oleh pemerintah Roma (Filipi 1: 12 dst). Akan tetapi Paulus sama sekali tidak sakit hati, katanya “tapi tidak mengapa” (ay. 18). Kok bisa? Jawabannya ada pada lanjutannya “sebab bagaimana pun juga Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita.” Paulus mampu melampaui rasa sakit hati karena ia tidak hidup untuk dirinya sendiri, melainkan untuk Tuhan.
Artikel Lainnya
- Hidup yang dapat dijelaskan dalam satu kalimat
- Ikan Sapu-sapu
- Bangsa yang (Tidak) Bangga
- Botol Kosong
- Hampa
- Puasa Dalam Budaya (bagian 1 dari 4)
- Puasa Dalam Alkitab (bagian 2 dari 4)
- Puasa Dalam Alkitab (bagian 3 dari 4)
- Puasa-Derma dalam Praktek (bagian 4 - terakhir)
- Nilai yang Melekat
Page : 1 | 2 | | 3 | | 4 | | 5 | | 6 | | 7 | | 8 | | 9 | | 10 | | 11 |
