Profil GKI Surya Utama
GKI Surya Utama » sejarah
Sejarah
Sejarah GKI Surya Utama 1979 - 1996
Sebenarnya dapat dikatakan bahwa awal mulanya bukan dengan maksud mendirikan suatu Jemaat baru, tetapi sekedar suatu persiapan untuk mengantisipasi berita tentang rencana penggusuran rumah-rumah di daerah Pesing – Jl. Daan Mogot, Jakarta Barat. Majelis Jemaat GKI Daan Mogot memikirkan tentang suatu tempat di mana bisa diadakan kebaktian bila memang gedung Gereja di Jl. Daan Mogot menghadapi penggusuran. Tanggal 18 Maret 1979 merupakan titik awal perjalanan sejarah Jemaat, karena pada hari itulah dimulai kebaktian pertama kali di Sunrise Garden, yang dihadiri oleh Majelis Jemaat GKI Jabar Daan Mogot dan seorang warga Sunrise Garden, Jakarta Barat, yaitu dr. Chester Atma. Kebaktian tersebut dipimpin oleh TTK. Robby Chandra (sekarang telah menjadi pendeta, Direktur Bina Warga) dan diselenggarakan di salah satu ruangan kelas SDK XI di Jl. Surya Bahagia, Sunrise Garden, Jakarta Barat. Sejak saat itu tiap Minggu sore diadakan kebaktian di tempat ini.
Gedung bekas Kantor PT. Sunrise Garden "disulap" jadi Ruang Ibadah sementara.Perkembangan demi perkembangan telah kita lihat, dari satu ruangan kelas yang dipakai kemudian pindah ke ruang aula sekolah dan beberapa tahun setelah itu mendapat hibahan bekas kantor PT Sunrise Garden di Jl. Surya Utama W-1, Sunrise Garden, Jakarta Barat, yaitu pada tanggal 18 Mei 1986, pada hari Raya Pentakosta. Inilah jalan Tuhan, yang seringkali tidak terduga oleh manusia, semula direncanakan sebagai persiapan menghadapi penggusuran GKI Daan Mogot, malah berkembang menjadi Jemaat dewasa, yang peneguhan dan peresmiannya sebagai jemaat GKI Jabar ke-51 dilakukan pada tanggal 31 Oktober 1983, empat tahun kemudian sejak kebaktian pertamanya. GKI Daan Mogot sendiri malah belum tergusur sampai dengan saat ini, walaupun mereka juga sudah pindah ke lokasi lain, yaitu ke komplek BNI GG/40 Jelambar, Jakarta Barat.
GKI Daan Mogot (sekarang berganti nama menjadi GKI Tubagus Angke) inilah yang menjadi Jemaat induk sampai dengan pendewasaan GKI Surya Utama. Pendeta Konsulen pada waktu itu adalah Pdt. Henkie Kertamihardja. Pada tanggal 25 Maret 1985 Pdt. Adijanto Surjadi diteguhkan untuk pelayanan di GKI Surya Utama. Dengan berkat Tuhan, areal gereja pun dapat diperluas dari Blok W-1 ke W-3, dan kemudian W-2, hingga luas tanah menjadi kurang lebih 3.650 m2. Pada tanggal 2 November 1992 GKI Surya Utama telah berhasil merintis dan mendewasakan GKI Taman Aries hingga menjadi jemaat GKI Jabar yang ke 68. Untuk penggalangan dana pembangunan gedung gereja, maka pada tanggal 26 Agustus 1994 diselenggarakan "Malam Janji Iman" dengan pembicara Pdt. Caleb Tong. Dan setelah itu kebaktian pun sementara dipindahkan ke aula SMPK VII Jl. Surya Sarana, Sunrise Garden, Jakarta Barat.
Gedung Baru GKI Surya Utama setelah kurang lebih 2 tahun beribadah di tempat itu, jemaat kembali ke gedung 4 lantai di Jl. Surya Utama W/1-3 meskipun sampai sekarang belum seluruh ruangan dalam gedung itu selesai dibangun, tetapi jemaat GKI Surya Utama patut bersyukur dengan memiliki gedung gereja yang baru itu. Pdt. Samuel Lie pun ditahbiskan sebagai pengerja kedua di gedung baru ini pada tanggal 29 Juli 1996. Demikian perjalananan GKI Surya Utama, yang sekarang telah beranggotakan sekitar 800-an anggota jemaat dewasa. Dan perjalanan jemaat masih belum selesai, karena ia masih harus terus melangkah, mencari dan mentaati pimpinan Kristus, Sang Kepala Gereja
