Kata-Kata
Oleh: Atina Osmara



Alangkah bahagianya seorang ibu mendengar bayinya bisa mengucapkan kata-kata pertamanya, antara lain mama.  Sejak dilahirkan ke dunia seseorang belajar berkata-kata. Menyampaikan perasaannya, keinginannya, dan dimengerti orang lain di sekitarnya. Maka orangtua ...
GKI Surya Utama

Event Selanjutnya

 

GKI Surya Utama

 

Pendeta

Saturday, 11 September 2010

Warta Jemaat

Warta Jemaat » Liputan Kegiatan » Kursus Membuat Kue

Liputan Kegiatan








25

Kursus Membuat Kue

dipost pada: Liputan Kegiatan

Hari Sabtu, tgl. 13 Juni 2009, pk. 14.00, GKI SU mendapat kesempatan untuk belajar membuat marmer cake dan bolu panggang. Walaupun di saat yang kurang pas ( sabtu yang adalah hari libur dan pk. 14.00, saatnya orang lagi enak – enaknya tidur siang ), pengikut kursus ( + 30 orang ) ini sama semangatnya dengan oma Kim Lian.

 

Oma Kim Lian yang sudah berumur lebih dari 80 tahun, namun beliau masih sehat dan terus melayani Tuhan lewat bakat dan talenta yang Tuhan berikan kepadanya yaitu dengan memberikan kursus membuat kue dan memasak kepada siapa yang memerlukan tanpa meminta kompensasi. Spesialisasi beliau adalah membuat kue – kue tanpa bahan kimia dan memakai resep kuno. Beliau sampai sekarang masih menerima dan membuat pesanan kue pengantin.


Kursus ini benar – benar mengajarkan bagaimana membuat kue yang benar kepada peserta terutama untuk pemula. Mungkin menimbang atau mengocok telur adalah hal yang biasa, tetapi Oma Kim Lian mengajarkan bagaimana cara mengukur bahan kalau kita tidak mempunyai timbangan kue atau kalau kita tidak mempunyai mixer. Bahkan kalau tidak punya oven, adonan bolu bisa dikukus sehingga menjadi bolu kukus.

 

Selain itu, Oma Kim Lian sangat menekankan kebersihan didalam bekerja dan didalam menggunakan alat – alat yang ada sehingga kue yang dihasilkan bersih dan bagus. Dengan kursus ini kita disadarkan bahwa kita pun bisa bekerja dengan memakai apa yang ada.


Setelah ditunggu dengan ketidaksabaran karena bau harum kue yang dipanggang ‘sangat menggoda iman’, akhirnya kue itupun dikeluarkan dari oven, langsung dipotong tanpa menunggu menjadi dingin. Cara memotongpun diajarkan sehingga hasil potongannya pun bagus, tidak berantakan walaupun kue masih panas. Dan potongan kue itupun habis dalam 1 kali putaran . . . .

Semoga kursus kue ini bisa menjadi berkat bagi para peserta. ( sar ).

 



Warta Jemaat Lainnya